Menggendong Anak Saat Hamil

TabloidNakita.com – Menggendong anak saat hamil tidak boleh? Boleh-boleh saja, tapi ada rambu-rambunya. Jika rambu menggendong anak saat hamil ini diabaikan, dikhawatirkan terjadi gangguan saat hamil, termasuk gangguan nyeri pinggang dan punggung. Sakit pinggang dan punggung sendiri umumnya disebabkan dua hal. Yang pertama lantaran berat badan yang semakin naik. Yang kedua karena postur tubuh yang salah saat beraktivitas, termasuk menggendong anak saat hamil.

Untuk penyebab pertama tak banyak yang dapat dilakukan karena perubahan tubuh pada ibu hamil normal dan alami. Berbeda dengan penyebab kedua yang dapat dihindari dengan mengetahui postur-postur yang tepat saat beraktivitas. Bahkan bila diabaikan menggendong anak saat hamil dapat menyebabkan kegawatan pada janin. Berikut rambu-rambu menggendong anak saat hamil.

– Di trimester pertama menggendong anak masih diperbolehkan selama ibu kuat mengangkat si kecil. Gendonglah si kecil di samping, jangan di depan.

– Jangan menggendong anak terlalu lama, jadi berikan jeda dengan menurunkan si kecil beberapa menit. Dengan begitu, ibu tidak kelewat lelah.

– Cedera punggung adalah salah satu kondisi yang sering terjadi pada ibu hamil, terutama disebabkan oleh kegiatan mengangkat atau membawa sesuatu yang berat dengan posisi tidak benar termasuk menggendong anak saat hamil.

– Masuk trimester kedua apalagi ketiga disarankan untuk tidak menggendong anak atau mengangkat beban berlebih, karena kegiatan ini membuat posisi ibu hamil menjadi tidak stabil sehingga bisa membahayakannya.

– Menggendong anak lebih tua atau besar tidak disarankan.

Rambu Naik Turun Tangga Saat Hamil
– Ibu hamil tidak disarankan naik tangga lebih dari 3 lantai apalagi tanpa istirahat.

– Jika hanya naik turun tangga di rumah pastikan ibu memegang pegangan tangga dengan baik dan kaki menapak sempurna ke setiap anak tangga. Umumnya posisi turun tangga akan lebih berisiko dari pada naik. Jadi lebih berhati-hatilah saat turun.

– Hentikan segera rutinitas ini bila ibu merasakan kontraksi (perut ibu terasa kencang/tegang) setiap habis naik turun tangga. Konsultasikan kondisi ini pada dokter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: