Arisan, dari Sosialisasi sampai Menyebar Gosip

KOMPAS.com – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arisan merupakan kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang, kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yg memperolehnya. Undian dilaksanakan dalam sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya. Kegiatan ini lebih banyak dilakukan oleh perempuan.

Pada umumnya arisan dilakukan di satu tempat sambil menyantap aneka makanan ringan dan ngobrol-ngobrol tengan aneka hal. Banyak orang yang beranggapan bahwa aktivitas ini tidaklah diperlukan, karena tak ada manfaatnya selain buang-buang uang, ngemil, dan ngegosip.

Benarkah arisan hanya sebagai kedok untuk kumpulan ibu-ibu penggosip? Sebenarnya secara harafiah tak ada hubungannya antara arisan dengan bergosip. Hanya saja, sekumpulan ibu-ibu arisan biasanya identik dengan bergosip.

“Hal ini tidak bisa disangkal, meski tak berarti hal ini selalu benar. Karena semua orang pasti suka gosip. Maka tak harus arisan kok untuk bisa bergosip,” ungkap Psikolog anak dan keluarga, Roslina Verauli kepada Kompas Female.

Psikolog yang akrab disapa Vera ini mengungkapkan bahwa faktanya, 2/3 percakapan manusia adalah topik sosial yang berbentuk gosip (Dunbar, 2004).

“Gosip itu bisa mempererat hubungan sosial. Tak heran banyak orang yang justru berlomba-lomba untuk punya gosip terbaru agar mereka diterima dalam pergaulan dan memiliki kendali sosial di masyarakat,” paparnya. Dan benar saja, cara paling cepat dan ampuh untuk menyebarkan gosip adalah saat arisan.

Untuk itu, ia mengungkapkan bahwa sebenarnya sah-sah saja bergosip dan membicarakan orang lain ketika sedang arisan. Hanya saja sebelum berkomentar tentang orang lain, misalnya mengenai status, materi dan pacar, tanyakan pada diri lebih dulu, apakah Anda pernah memilikinya? Karena mau tak mau, semua bahan gosipan tentang orang lain akan memiliki arti yang berbeda ketika Anda juga memiliki atau mengalaminya.

Faktanya lagi, bergosip adalah budaya universal bahkan jadi sebuah ritual saat berkumpul. “Arisan sebenarnya kegiatan yang positif, hanya saja jangan melulu diisi dengan gosip. Isi dengan berbagai hal yang lebih positif, misalnya bertukar pengalaman merawat anak dan lain-lain.” tutupnya.

Penulis: Christina Andhika Setyanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: