Kalau Flu Jangan Cuma Konsumsi Vitamin C

Liputan6.com, Jakarta : Meskipun vitamin D memiliki banyak manfaat, tapi vitamin D termasuk jenis vitamin yang sering dilupakan. Hal ini terbukti, karena ternyata di seluruh dunia diperkirakan ada 1 milyar orang yang kurang mengonsumsi vitamin D.

Parahnya, seperti dikutip lama Healthmeup, Senin (11/11/2013) kekurangan vitamin D ini dapat ditemukan di semua etnis dan kelompok umur. Padahal kekurangan vitamin D dapat menyebabkan sejumlah penyakit kronis dan infeksi.

Seperti dikatakan ahli diet, Akansha Jhalani misalnya ia menjelaskan pentingnya vitamin D sebagai salah satu zat yang dapat menyembuhkan flu. Menurutnya, vitamin D termasuk dalam kelompok vitamin yang larut dalam lemak dan meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfat dalam tubuh. Pada manusia, senyawa ini yang paling penting terutama pada vitamin D3 dan vitamin D2.

“Tubuh juga dapat mensintesis vitamin D di kulit dari kolesterol dengan paparan sinar matahari yang cukup. Maka itu Vitamin D sering disebut vitamin sinar matahari yang juga dapat mengurangi influenza,” katanya.

Akansha menyampaikan, dalam data Dietetic Association India, seseorang disarankan untuk mengonsumsi 400 IU (10 mg) vitamin D per hari dengan paparan sinar matahari yang cukup.

Selain itu, Akansha juga menyatakan beberapa manfaat vitamin D, seperti:

1. Pencegahan penyakit
Vitamin D dalam tubuh dapat mencegah penyakit seperti kanker, rakhitis, osteoporosis, penyakit jantung, penyakit ginjal, TBC, influenza, obesitas, rambut rontok dan depresi.

2. Menyembuhkan flu
Vitamin D dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan dapat menyembuhkan flu dan pneumonia.

3. Vitamin D untuk ibu hamil
Vitamin D penting dikonsumsi ibu hami agar bayi yang lahir memiliki kekebalan tubuh yang baik dan juga mencegah risiko kelahiran prematur .

4. Mengurangi risiko cedera
Vitamin D mengurangi risiko jatuh yang dapat menyebabkan patah tulang

5. Vitamin D juga dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 1
Akansha menambahkan, vitamin D itu terdapat pada ikan berlemak seperti tuna, makarel, sarden dan salmon kemudian kuning telur, hati sapi dan keju Swiss. (Fit/Abd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: