Belum Menikah pada Usia 30? Jangan Sedih…

KOMPAS.com — Lahir dan tumbuh dewasa sebagai perempuan di kota besar seperti Jakarta itu ironis. Bayangkan saja, lingkungan dan media mengajarkan Anda untuk menjadi sosok yang mandiri dan berani. Namun, di rumah menunggu orangtua yang masih terjebak pada rantai kehidupan konservatif, yakni sekolah, lulus, kerja seadanya, dan menikah!

Bagi Anda yang kini berusia kepala 3 dan masih menikmati hidup dalam kesendirian, pasti sudah muak mendengar banyak suara yang mengatakan bahwa Anda terlalu pilih-pilih. Ya, label “pemilih” bila ditujukan pada perempuan bak momok yang menyudutkan.

Jika dilarang memilih, lalu mengapa orangtua selalu mengingatkan, sebelum menikah harus tahu dulu bibit bebet bobot sang calon suami? Bukankah dengan begitu, artinya perempuan tidak boleh sembarangan pilih pasangan?

Lewat bukunya yang berjudul The Choice Effect: Love And Commitment In An Age Of Too Many Options. Sang penulis Amalia McGibbon, Lara Vogel, dan Claire A Williams mengatakan, “Usia 30-an adalah usia prime bagi perempuan, mereka telah matang dan memiliki karier yang mantap. Sehingga hidup lebih menyenangkan, Anda bisa menikmati itu semua dengan bebas. Tetapi, sayangnya banyak perempuan yang justru mengubur diri dengan kesedihan karena merasa tidak laku.”

Menurut Amalia McGibbon, ada lima keuntungan bagi perempuan yang masih single pada usia 30:

Buang rasa menyesal

Tidak ada yang aneh dan salah dengan status belum menikah pada usia 30-an. Anda adalah seorang perempuan yang memiliki tujuan dan prioritas, jangan merasa bersalah karena Anda mendahulukan pencapaian cita-cita ketimbang hal lain dalam hidup. Anda harus bangga bisa meraih segalanya saat usia menginjak angka 30!

Sayangi diri sendiri dan nikmatilah hidup selagi bisa. Anggap semua pilihan hidup Anda, baik atau buruk, sebagai sesuatu yang patut disyukuri, bukan yang harus disesali. Ini adalah saat paling sempurna dalam menikmati hidup karena Anda telah menyadari tanggung jawab dan risiko dalam hidup.

Lupakan belahan jiwa dan dongeng pangeran berkuda

Maaf, jika harus menghancurkan mimpi Anda, sesungguhnya di dunia ini tidak ada pria sempurna. Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada pria yang berkualitas di luar sana. Buka mata Anda dan hadapi realita, pertimbangkanlah kualitas seperti apa yang Anda inginkan pada pria. Lalu, kerucutkan lagi, di antaranya mana yang lebih penting. Maka dari itu, jangan merasa minder sampai harus menurunkan standar, tetapi bukan berarti Anda jadi mengharapkan yang mustahil. Intinya, realistis!

Cintai pekerjaan Anda

Adalah hal yang biasa jika seorang karyawan mengalami hari yang menyebalkan di kantor. Namun, bila Anda mengalaminya selama lima tahun bekerja, apakah Anda gila? Segera keluar, dan aktualisasikan diri dengan mengejar karier yang Anda suka.

Saat ada sesuatu yang membuat Anda terus bersedih dan putus asa, ini sinyal untuk melakukan perubahan. Lebih baik menjadi perempuan pemilih dibandingkan perempuan bodoh.

Sebelum lamaran datang, bersenang-senanglah

Saat sedang dekat dengan beberapa pria, Anda harus pintar membagi perhatian, pastikan semuanya mendapatkan porsi yang sama. Keputusan solid tak mungkin Anda raih, bila Anda tak bisa berpikir jernih. Misalnya, Anda tengah dekat kembali dengan mantan, dan ia mengajak Anda bertemu. Tetapi, ternyata bertepatan dengan janji menonton band teman tunangan Anda. Undang saja si mantan untuk menonton di sana, Anda tak perlu berbohong kepada siapa pun, bilang ke mantan bahwa Anda akan datang dengan sang tunangan. Yang penting jangan membohongi siapa pun.

Memilih itu perlu dan tidak buruk

Keputusan memilih bukan berarti Anda jadi memiliki batas, melainkan hanya mengubah aturan main saja. Maka dari itu, pilihlah segala yang Anda suka dan bisa, apa kota yang akan Anda kunjungi, ke mana perjalanan karier Anda selanjutnya, dan siapa yang Anda inginkan menjadi suami. Sebab, kehidupan setelah pernikahan pun akan menghadapkan Anda pada pilihan-pilihan lainnya, seperti lokasi rumah, jumlah anak, dan sebagainya.
Sumber : Glamour

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: