Vegetarian Italia, Tubuh Manusia Tak Cocok untuk Daging

Liputan6.com, “Saya kira menjadi vegetarian tak lebih dari reaksi logis mengenai kebutuhan kualitas hidup yang lebih baik dalam segala aspek,” kata Danilo Turrina, Direktur galeri seni Italia, seperti dikutip Xinhua, Rabu (23/10/2013).

Turrina, yang berusia 53 tahun dan mulai mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar tanaman ketika ia masih anak-anak, adalah bagian dari enam persen orang dewasa Italia, atau hampir empat juta warga, yang tak pernah makan daging, unggas atau makanan laut, demikian survei di seluruh negeri tersebut oleh lembaga riset Eurispes.

Eurispes menyatakan jumlah tersebut naik dua persen dari 2012 dan meliputi 1,1 persen vegetarian, yang tak menyentuh produk hewani seperti susu dan telur, dan akan merayakan Hari Vegan Dunia pada 1 November dengan serangkaian gagasan di seluruh Italia.

“Vegetarianisme tentu saja pilihan yang lebih besar dibandingkan sebelumnya,” kata Carmen Nicchi Somaschi, Presiden Perhimpunan Vegetarian Italia (AVI).

Festival vegetarian dan kegiatan di negara Laut Tengah itu dihadiri oleh ribuan pengikut. “Ini tak membuat saya kaget. Setiap orang di Italia mengetahui setidaknya sepasang vegetarian sekarang,” kata Nicchi Somaschi, yang memiliki pengalaman lapangan selama lebih dari 30 tahun, kepada Xinhua.

AVI, perhimpunan vegetarian paling tua di Italia, dibentuk pada 1952 dan telah memberi sumbangan dalam menyebarkan gerakan tersebut ke Eropa, serta juga menyelenggarakan kongres vegetarian pertama pada 1985.

Nicchi Somaschi menyatakan banyak negara, termasuk sebagian negara besar, telah membuka diri terhadap produk vegetarian dalam beberapa tahun belakangan sehingga variasi makanan tanpa daging telah meningkat dan bisa memuaskan semua selera.

Vegetariasme di Italia didukung oleh beberapa ahli yang terkenal di kancah internasional seperti Umberto Veronesi, pendiri dan Direktur Sains European Institute of Oncology (IEO) dan salah seorang ahli utama di dunia dalam bidang obat kanker.

Peneliti mengenai vegetarian menyatakan bahwa makanan tanpa daging menyediakan “manfaat kesehatan yang berjalan terus dan hidup lebih lama”, kata ahli Oncologi itu kepada Xinhua. Sebaliknya, “konsumsi lemak hewan secara berlebihan terbukti menjadi penyebab utama banyaknya peristiwa penyakit yang berkaitan dengan makan berlebihan seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker dan diabetes”, ia menambahkan.

Makanan yang berdasarkan tanaman juga ideal bagi perlindungan lingkungan hidup dan perang melawan kelaparan global.

“Lahan peternakan mengambil berhektare-hektare lahan yang mestinya dapat digunakan untuk memproduksi makanan buat satu miliar orang yang menemui ajal karena kelaparan dan kekurangan gizi di dunia. Coba bayangkan bahwa diperlukan 15.000 liter air untuk memperoleh satu kilogram daging, sementara hanya diperlukan 1.000 liter air untuk memperoleh gandum dalam jumlah yang sama,” kata Veronesi.

Marco Bertali, dokter vegetarian dan seorang penulis, memberitahu Xinhua berbagai studi mengenai evolusi telah memperlihatkan nenek moyang manusia adalah vegetarian secara alamiah.

“Susunan tubuh manusia secara jelas tidak cocok buat makan daging. Misalnya, usus kita tak lebih panjang dibandingkan dengan usus karnivora, yang berarti daging yang kita makan mengendap di dalam diri kita untuk waktu lebih lama, membusuk dan menciptakan racun,” katanya.

Pengonsumsi daging juga menyerap ke dalam tubuh mereka antibiotik dan obat lain termasuk steroid dan hormon pertumbuhan yang seringkali ditambahkan pada pakan ternak atau disuntikkan secara langsung ke dalam tubuh hewan.

Para ahli Italia sependapat bahwa mendasar untuk memberi perhatian khusus dan merencanakan faktor lain makanan yang berbahan dasar tanaman secara seksama, mungkin juga dengan bantuan ahli gizi, untuk memastikan manusia memperoleh semua zat yang diperlukan.

Makanan vegetarian yang sangat seimbang, selain sayuran, buah dan kacang meliputi makanan yang tinggi protein seperti tahu dan produk lain kedelai, pilihan padat-energi seperti kacang dan biji-bijian. Dan, buat mereka yang bukan vegetarian, susu rendah lemak dan telur dapat menjadi makanan yang sehat dan layak untuk orang yang berusia berapa pun, kata mereka. (Abd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: